Senin, 18 Mei 2015

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN TISU

Limbah kulit pisang banyak terdapat di daerah-daerah yang memproduksi keripik dan sale pisang dan masih tidak bisa dimanfaatkan oleh penduduk sekitar, melainkan hanya sebagai limbah tak berguna.
Tapi ditangan para mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY, ternyata kulit pisang tersebut bisa dijadikan alternative bahan dasar pembuatan tisu. Mereka adalah Jovita Ridhani, Laela Mukaromah, Monica Azizu Haqi, Dhani Priantoro, Achmad Sabit N.
Ketua tim, Jovita mengatakan, kulit pisang memiliki tekstur yang tebal dan mengandung selulosa yang merupakan bahan pembuatan tisu . Selain itu, ternyata kulit pisang memiliki kandungan vitamin C, B, kalsium, Protein dan juga lemak yang cukup baik. Sehingga kulit pisang memiliki banyak manfaat untuk kulit seperti menghilangkan jerawat, menyembuhkan psoriasis, menghilangkan kutil kecil, membantu luka kering lebih cepat dan lain lain.
Proses pembuatannya yaitu mencuci bersih kulit pisang dengan akuades, mengiris kecil-kecil kulit pisang dengan pisau sesuai keperluan dan mengenakan sarung tangan ketika memotongnya, lalu mengeringkan semua irisan kulit pisang dengan sinar matahari di atas nyiru dan mencampurkan kulit pisang kering, air, dan kristal NaOH dalam panci dengan perbandingan komposisi kulit pisang, air, dan Kristal NaOH. Selanjutnya merebus campuran bahan-bahan tersebut dalam panci besar sampai sekitar 1,5 jam dilanjutkan menghilangkan NaOH dengan mencuci sampai bersih agar tidak meninggalkan bau dari larutan pemasaknya. Kemudian merendam dengan larutan kaporit selama 1 jam, mencuci dengan air bersih hingga bau kaporit hilang lalu menghaluskan adonan lunak tersebut dengan blender.
Setelah itu mencampurkan dengan talcum sebanyak 1,5 Kg ke dalam adonan dan mengencerkan adonan atau pulp agar dapat diproduksi kertas yang tipis lalu tuangkan adonan halus tadi ke dalam baskom lebar. Letakkan spons di atas meja, lalu menaruh kain yang sudah dibasahi di atasnya,  menyaring campuran (jangan terlalu tebal) di baskom memakai screen sablon lalu meletakkan screen sablon di atas spon yang sudah dilapisi kain dengan posisi terbalik, menggosok sedikit screen dan mengangkatnya dengan hati-hati, kemudian menutup dengan kain yang sudah dibasahi, menambah satu lapis lagi kain basah. Angkat sepasang demi sepasang dan menjemur di tempat yang panas kemudian  menyetrika sepasang demi sepasang kemudian membuka kainnya secara perlahan.
Langkah selanjutnya adalah melakukan Uji Ketahanan Tarik (tensile strength), Uji Ketebalan,  Gramatur atau Berat Dasar Kertas Tisu. (witono)

http://www.uny.ac.id/berita/pemanfaatan-limbah-kulit-pisang-sebagai-bahan-baku-pembuatan-tisu.html

Kamis, 14 Mei 2015

Bahaya Merkuri

Merkuri atau air raksa (Hg) merupakan golongan logam berat dengan nomor atom 80 dan berat atom 200,6. Merkuri merupakan unsur yang sangat jarang dalam kerak bumi, dan relatif terkonsentrasi pada beberapa daerah vulkanik dan endapan-endapan mineral biji dari logam-logam berat. Merkuri digunakan pada berbagai aplikasi seperti amalgam gigi, sebagai fungisida, dan beberapa penggunaan industri termasuk untuk proses penambangan emas. Dari kegiatan penambangan tersebut menyebabkan tingginya konsentrasi merkuri dalam air tanah dan air permukaan pada daerah pertambangan. Elemen air raksa relatif tidak berbahaya kecuali kalau menguap dan terhirup secara langsung pada paru-paru.

Bentuk racun dari air raksa pada proses masuk pada tubuh manusia adalah methyl mercury (CH3Hg+ dan CH3-Hg-CH3) dan garam organik, partikel mercuric khlor (HgCl2). Methyl mercury dapat dibentuk oleh bakteri pada endapan dan air yang bersifat asam. Ion merkuri anorganik adalah bersifat racun akut. Elemen merkuri mempunyai waktu tinggal yang relatif pendek pada tubuh manusia tetapi persenyawaan methyl mercury tinggal pada tubuh manusia 10 kali lebih lama merkuri berbentuk metal (logam) dan menyebabkan tidak berfungsinya otak, gelisah/gugup, ginjal, dan kerusakan liver pada kelahiran (cacat lahir).

Methyl mercury terakumulasi pada rantai makanan, sebagai contoh adalah merkuri bisa masuk ke dalam tubuh manusia dengan mengkonsumsi ikan yang hidup pada perairan yang tercemar merkuri. Senyawa phenyl mercury (C6H5Hg+ dan C6H5-Hg-C6H5) bersifat racun moderat dengan waktu tinggal yang pendek pada tubuh tetapi senyawa ini berubah bentuk secara cepat pada lingkungan menjadi bentuk merkuri anorganik. Dari survei efek bahaya, merkuri ini adalah bersifat racun bagi semua bentuk kehidupan, dan bersifat lambat untuk dikeluarkan dari tubuh manusia. Methyl mercury beracun 50 kali lebih kuat daripada merkuri anorganik.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan, kadar merkuri maksimum di dalam air adalah 0,001 mg/l.
Bahaya Merkuri pada Kosmetik

Pemakaian kosmetik yang mengandung Merkuri dapat mengakibatkan :

1. Dapat memperlambat pertumbuhan janin mengakibatkan keguguran (Kematian janin dan Mandul)
2. Flek hitam pada kulit akan memucat (seakan pudar) dan bila pemakaian dihentikan, flek itu dapat/akan timbul lagi dan bertambah parah (melebar).
3. Efek REBOUND yaitu memberikan respon berlawanan (KULIT AKAN MENJADI GELAP/KUSAM SAAT PEMAKAIAN KOSMETIK DIHENTIKAN).
4. Bagi Wajah yang tadinya bersih lambat laun akan timbul flek yang sangat parah (lebar) dan lama-kelamaan berubah keabu-abuan selanjutnya kehitaman.
5. Dapat mengakibatkan kanker kulit.
6. Pada pemakaian awal dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan kemerahan bila terkena sinar matahari.
7. Tidak timbul jerawat sama sekali, hal ini disebabkan lapisan kulit epidermis kita telah rusak, kulit sudah tidak mengandung protein & melanin yang berfungsi untuk melindungi radiasi paparan matahari juga sudah tidak berfungsi, sehingga jasad renik ataupun kuman tidak akan menyukai kulit yang telah tercemar merkuri termasuk nyamuk sekalipun. Tapi hal ini juga hanya bersifat sementara, jika kondisi kulit telah rusak bisa timbul benjolan2 bernanah.
8. Pori-pori tampak mengecil & halus, ini sebenarnya disebabkan lapisan kulit terluar wajah kita telah tipis & tergerus oleh logam merkuri, tampak sepintas terlihat mengecil & halus. Untuk mengujinya Anda bisa merasakan dengan mencobanya pada sinar matahari, kulit terasa terbakar, gatal disertai kemerahan, hal ini dikarenakan kulit wajah sudah tidak mendapat perlindungan dari melanin yang berfungsi melindungi wajah kita dari radiasi matahari. Pada produk yang benar, pemakaian siang hari selalu menggunakan pelindung SPF sehingga pada siang hari Anda tidak akan merasakan rasa iritasi seperti terakar disertai rasa gatal.

Unsur merkuri yang ada di kosmetik akan diserap melalui kulit, kemudian akan dialirkan melalui darah keseluruh tubuh dan merkuri itu akan mengendap di dalam ginjal yang berakibat terjadinya GAGAL GINJAL YANG SANGAT PARAH. (BISA MENYEBABKAN KEMATIAN) Merkuri dalam krim pemutih (yang mungkin tidak tercantum pada labelnya) dapat menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama.

Walau tidak seburuk efek merkuri yang tertelan (dari makanan ikan yang tercemar), tetap menimbulkan efek buruk pada tubuh. Kendati cuma dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke dalam darah, lalu ,memasuki system saraf tubuh. Manifestasi gejala keracunan merkuri akibat pemakaian krim kulit muncul sebagai gangguan system saraf, seperti tremor (gemetar), insomnia (tidak bisa tidur), pikun, gangguan penglihatan, ataxia (gerakan tangan tak normal), gangguan emosi, depresi dll.

Oleh karena umumnya tak terduga kalau itu penyakitnya, kasus keracunan merkuri sering didiagnosis sebagai kasus Alzheimer, Parkinson, atau penyakit gangguan otak. Setelah sekian lama, kosmetik tsb akan diserap melalui kulit dan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh, akhirnya merkuri itu akan mengendap di dalam ginjal, sehingga menyebabkan gagal ginjal yang sangat parah bagi pemakainya.

Produk kosmetik yang dipakai tersebut akan menyebabkan iritasi parah pada kulit, yakni berupa kulit yang kemerah-merahan dan menyebabkan kulit menjadi mengkilap secara tidak normal. Kondisi tersebut telah banyak dikeluhkan oleh para konsumen yang sudah terlanjur menggunakan produk-produk kosmetik illegal tersebut.

Sumber : http://zahirastore.blogspot.com/p/bahaya-merkuri.html

Jumat, 08 Mei 2015

KRIPIK KULIT SINGKONG







Pemanfaatan Kulit Singkong Menjadi Keripik

1. Bahan dan Alat
-kulit singkong
-air
-minyak goreng
-bumbu
-bawang putih
-garam
  • pisau
  • baskom
  • cobek
  • ulekan
  • panci
  • tampan
  • wajan
  • susuk

  1. Cara PembuatanSingkong dikupas menggunakan pisau. Penulis mengupas kulit singkong di rumah industri pembuat kerupuk singkong (opak)
  2. Setelah singkong dikupas, limbah kulit singkongnya dikumpulkan. 
  3. Kulit singkong terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan dalam dan lapisan luar. Untuk bahan baku pembuatan keripik kulit singkong yaitu kulit singkong bagian dalam yang berwarna putih. Sehingga setelah kulit singkong dikumpulkan lalu kulit singkong bagian dalam dan bagian luar dipisahkan menggunakan pisau.
  4.  kulit singkong yang berwarna putih dimasukkan ke dalam baskom. Kemudian kulit singkong dicuci menggunakan air sampai bersih.
  5. air bersih dimasukkan ke dalam panci. Setelah air mendidih, kulit singkong yang telah dicuci direbus sampai berwarna agak cokelat.
  6. Kulit singkong yang telah direbus kemudian dicuci kembali dan direndam selama 3 hari di dalam baskom, dengan air rendaman diganti setiap hari.
  7. Bawang putih dan garam dihaluskan menggunakan cobek dan ulekan dan diberi sedikit air setelah bumbu halus. Kulit singkong yang telah direndam dimasukkan ke dalam baskom kemudian bumbu yang telah diberi air dituangkan ke dalam baskom tersebut. Biarkan sampai 3 jam, agar bumbu meresap ke dalam kulit singkong.
  8. Kulit singkong yang telah direndam selama 3 hari kemudian ditiriskan di atas tampah. Kemudian kulit singkong dijemur di bawah sinar matahari selama 3 hari.
  9. Minyak goreng dituangkan ke dalam wajan kemudian dipanaskan menggunakan kompor. Setelah minyak panas, kulit singkong yang telah dijemur sampai kering digoreng. Menggoreng keripik kulit singkong sampai masak dan tidak gosong.
  10. Keripik kulit singkong disimpan ke dalam toples agar keripik tahan lama dan tetap renyah. Keripik kulit singkong telah siap untuk disajikan 
Karena saya sekolah di SMK Pertanian jadi ga salah kan kalo mau coba ngasih pengalamannya, Semoga bermanfaat ya :)

Reference : http://lisnanago.blogspot.com/2013/09/pemanfaatan-kulit-singkong-mnjadi.html